Senin, 01 Agustus 2011

Surat Cinta

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ukhti yang kucintai karena Allah, begitulah aku biasa menyapamu, semoga kabar jasad dan imanmu senantiasa baik dan terus bertambah kebaikannya. Ukhti, mungkin persaudaraan ini tidak sepadan dengan persaudaraan kaum anshar dan muhajirin yang telah dipersatukan oleh kekasih-Nya, Rasulullah saw. Persaudaraan yang berawal dari kesamaan visi dakwah di ROHIS ini begitu sederhana namun penuh makna untukku. Terlebih ketika Allah telah kembali menguatkan persaudaraan ini melalui majelis ilmu.

Pada awalnya, aku mungkin merasa sedikit canggung dengan pertemuan kita. Akan tetapi, bagi diriku, hadirmu telah memberikan warna yang berbeda dalam hidupku. Meskipun dalam waktu yang cukup singkat, tetapi semangatmu, candamu, kecerdasanmu, tangismu, dan kebaikanmu telah memberiku banyak pelajaran. Lamanya tarbiyah belum tentu membuatku lebih memahami kemuliaan Islam dibanding dirimu karena aku pun merasa selalu diingatkan olehmu untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Sebenarnya, akulah yang telah banyak belajar darimu, terutama mengenai makna dari fastabiqul khairat.

Ukhti shaliha, begitulah Islam dan dakwah telah mempertemukan kita. Aku tak berharap banyak dari persaudaraan ini, cukuplah dengan hadirnya keberkahan di dalamnya hingga Allah SWT. berkenan mempertemukan kita kembali kelak di jannah-Nya. Terima kasih karena telah menerima segala kekurangan diri ini dan maafkan pula atas segala kekhilafan diri. Pesanku, tetaplah setia kepada kebaikan dan tolong hadirkan namaku dalam setiap rabithahmu.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Saudari yang mencintaimu karena Allah Ta’ala
Jakarta, 30 Juli 2011