Saat aku masih berumur sekitar 6 tahun, pria itu selalu menggenggam tanganku saat kami pergi ke tempat-tempat umum. Dia mengatakan bahwa jika aku hilang mungkin akan sulit menemukanku karena aku terlalu kecil.
Saat aku masih SD, pria itu selalu marah ketika aku merasa malas untuk makan. Dia mempertanyakan rasa bersyukurku atas nikmat untuk bisa mendapat makanan hari itu.
Pria itu memperkecil sifat antisipasiku yang berlebihan kepada sesuatu yang baik. Dia mengatakan bahwa aku harus mencobanya dahulu setelah itu baru memberikan komentar.
Pria itu telah membuatku tersadar akan sifat perfeksionisku yang berlebihan. Dia mengatakan bahwa perfeksionisku bisa memperlambat kerjaku dalam melakukan apa pun.
Pria itu sering memaksaku untuk belajar menghapal setiap gerakan & bacaan dalam shalat. Pria itu juga sering membantuku untuk belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan dari sekolah meskipun tetap dengan cara memaksa.
Saat aku mendapat tugas dari sekolah untuk menggambar contoh poster persuasif berhubungan dengan lingkungan, aku membuat sebuah tulisan “Matikan Rokok Anda atau Rokok yang akan Mematikan Anda”. Sebuah kalimat yang terinspirasi dari kebiasaan buruk pria itu. Kemudian kuputuskan untuk menempel tulisan itu di pintu depan kamarku.
Pria itu yang selalu menghaluskan obat-obatku yang berbentuk tablet hingga menjadi serbuk karena aku belum bisa menelannya langsung.
Saat aku SMA, untuk pertama kalinya aku merasa bahwa dirinya sudah begitu tua. Saat ada peristiwa yang terjadi ketika dia menjemputku pulang sekolah.
Pria itu akan sangat marah ketika sifat tidak percaya diriku muncul.
Pria itu sering menjadi teman diskusiku.
Ketika semua orang di sekitarku memberikan selamat atas sesuatu yang kuraih, dia mungkin adalah orang terakhir yang mengucapkannya setelah sebelumnya berkata “Kenapa hanya itu? Harusnya bisa lebih lagi.”
Pria itu yang kadang dengan sikap keras & arogannya membuat beberapa orang tidak menyukainya. Pria itu tidak bisa bersabar ketika melihat sesuatu yang tidak benar terjadi di hadapannya.
Pria itu tidak segan-segan membantuku untuk mendapatkan yang terbaik dalam hal apa pun.
Pria itu bukan orang yang sempurna, masih banyak pengingatan yang kuberikan padanya atas kelalaiannya.
Pria itu dengan segenap kemampuannya, berusaha mencukupi kebutuhan hidupku & keluarga.
Pria itu terlalu banyak memberi pengaruh dalam hidupku.
Pria itu adalah ayahku.
Hadiah kecil untuk Ayah
Happy milad day ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar